Gubernur Banten Ratu Atu Stres Berat, Takut Ditahan Penyidik KPK 19 Desember 2013, 13.54 Mochtar Siahaan Hukum
Gubernur Banten Ratu Atu Stres Berat, Takut Ditahan Penyidik  KPK
Milisnews.com – Sejak dinyatakan di Cekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK,  Gubernur  Ratu  Atut Chosiyah mengalami stres . Tambah berat
Read More 145 Hits 0 Ratings
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun 19 Desember 2013, 12.27 Mochtar Siahaan Hukum
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun
Milisnews.com – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Irjen Polisi Djoko Susilo menjadi 18 tahun penjara. Sebelumnya Pengadilan
Read More 76 Hits 0 Ratings
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun 19 Desember 2013, 12.27 Mochtar Siahaan Hukum
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun
Milisnews.com – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Irjen Polisi Djoko Susilo menjadi 18 tahun penjara. Sebelumnya Pengadilan
Read More 168 Hits 0 Ratings
KPK Dalami Soal Uang THR kepada Anggota Komisi VII 04 Desember 2013, 15.56 Osmar Siahaan Hukum
KPK Dalami Soal Uang THR  kepada Anggota Komisi VII
 Milisnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sejumlah  anggota Komisi
Read More 104 Hits 0 Ratings
Bulan Desember Ini Anas Urbaningrum Dijebloskan Ketahan 04 Desember 2013, 11.44 Mochtar Siahaan Hukum
Bulan Desember Ini Anas Urbaningrum Dijebloskan Ketahan
Milisnews.com – Penahanan terhadap Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang disangkakan terlibat kasus korupsi proyek
Read More 110 Hits 0 Ratings

Angie Harusnya Terima Menjadi "Whistle Blower"

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Milisnews.com - Anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat yakin, tersangka dugaan korupsi Wisma Atlet Angelina Sondakh bersedia menerima tawaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi whistle blower atau justice collaboration.

 "Saya berkeyakinan Angie akan mau kerjasama dengan KPK, karena menjadi tahanan selama beberapa tahun pasti berat bagi Angie," kata Martin di Jakarta, Rabu (2/5).
Martin menilai, sebaiknya Angie mempertimbangkan tawaran KPK menjadi whistle blower berkaiatan dengan kasus yang dihadapinya. "Angie sebaiknya cerdas menyikapi tawaran KPK ini. Ini adalah peluang untuk memulihkan namanya yang sudah tercoreng," kata politisi Partai Gerindra itu.
"Sangat naif kalau Angie mengabaikan tawaran ini. Lebih baik dia bicaralah terus terang, sehingga mengurangi hukumannya daripada dia sendiri yang jadi korban," ujarnya.

Martin yakin bila Angelina menerima tawaran KPK, maka citra Angie  sebagai tokoh publik akan positif. "Tapi akan tertutup peluangnya tampil di masyarakat kelak kalau dia tidak mau kerjasama dengan KPK," ungkap Martin.

KPK telah menawari Angelina menjadi "peniup peluit" untuk mengungkap lebih jauh kasus korupsi Wisma Atlet.


Dijenguk DPP PD

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Saan Mustofa menjenguk Angelina Sondakh, di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (2/5).

Angelina adalah tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta di Kementerian Pendidikan Nasional. Berdasarkan pengamatan, Saan tiba di rutan yang terletak di basement Gedung KPK itu bersama dua Ketua DPP Partai Demokrat, I Gede Pasek dan Umar Arshal.

"Ini sebagai dukungan moril kepada Angie sebagai sesama kader," kata Saan.

Kunjungan kader Partai Demokrat ke Angelina pada Rabu (2/5), katanya, sekaligus menunjukkan kesolidan Partai Demokrat. "Demokrat masih solid dan saling dukung," ucapnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Prof Subur Budi Santoso, juga mengunjungi Angelina. Saat berkunjung, Budi mengaku berpesan agar Angelina menyampaikan apa pun yang dia ketahui kepada KPK. Ia juga mengatakan kalau pemberhentian Angelina dari keanggotaan partai masih menunggu hasil persidangan. Partai Demokrat, katanya, tidak akan mengintervensi proses hukum terhadap Angelina.

Angelina atau Angie ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta di Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Ia diduga menerima uang atau janji terkait penganggaran proyek di dua kementerian tersebut.

KPK menemukan aliran dana ke Angelina yang nilainya mencapai miliaran rupiah serta 100.000 dollar AS. Sejak Jumat (27/4), Angie mendekam di Rutan KPK. O-aris

Komentar