Gubernur Banten Ratu Atu Stres Berat, Takut Ditahan Penyidik KPK 19 Desember 2013, 13.54 Mochtar Siahaan Hukum
Gubernur Banten Ratu Atu Stres Berat, Takut Ditahan Penyidik  KPK
Milisnews.com – Sejak dinyatakan di Cekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK,  Gubernur  Ratu  Atut Chosiyah mengalami stres . Tambah berat
Read More 153 Hits 0 Ratings
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun 19 Desember 2013, 12.27 Mochtar Siahaan Hukum
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun
Milisnews.com – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Irjen Polisi Djoko Susilo menjadi 18 tahun penjara. Sebelumnya Pengadilan
Read More 81 Hits 0 Ratings
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun 19 Desember 2013, 12.27 Mochtar Siahaan Hukum
Hukuman Djoko Susilo Diperberat menjadi 18 Tahun
Milisnews.com – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Irjen Polisi Djoko Susilo menjadi 18 tahun penjara. Sebelumnya Pengadilan
Read More 174 Hits 0 Ratings
KPK Dalami Soal Uang THR kepada Anggota Komisi VII 04 Desember 2013, 15.56 Osmar Siahaan Hukum
KPK Dalami Soal Uang THR  kepada Anggota Komisi VII
 Milisnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sejumlah  anggota Komisi
Read More 109 Hits 0 Ratings
Bulan Desember Ini Anas Urbaningrum Dijebloskan Ketahan 04 Desember 2013, 11.44 Mochtar Siahaan Hukum
Bulan Desember Ini Anas Urbaningrum Dijebloskan Ketahan
Milisnews.com – Penahanan terhadap Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang disangkakan terlibat kasus korupsi proyek
Read More 111 Hits 0 Ratings

Terima 1,4 Triliun, PT Wijaya Karya Tersangkut Kasus Hambalang

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

hambalangMilisNews.com - Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, terus diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Proyek yang sejak awal hanya terbongkar senilai Rp 1,2 triliun, kini mulai terkuak, seiring diperiksanya beberapa pihak oleh penyelidik KPK.

Proyek bangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga yang berdiri di tanah seluas 32 hektare, diduga telah mengalirkan Rp 2,5 triliun untuk semua tahap pengerjaannya, yang dibenarkan oleh pihak KPK.

Hal itu berbeda dengan perhitungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang menyebut proyek Hambalang seluruhnya menghabiskan anggaran senilai Rp 1,175 trilun.

Namun, Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, anggaran Rp 1,175 triliun hanya untuk biaya konstruksi gedung di Bukit Hambalang, belum termasuk pengadaan barang sekitar Rp 1,4 triliun.

"Rp 2,5 triliun itu konstruksi dan pengadaan barang. Konstruksinya saja cuma Rp 1,1 triliun," jelas Bambang seusai acara diskusi di Kantor KPK, Senin (4/6/2012).

Pengerjaan konstruksi dikerjakan bekerja sama antara PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (KSO). Proyek juga disubkontrakkan lagi kepada puluhan perusahaan, salah satunya PT Dutasari Citralaras, perusahaan milik istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyah Laila.

Lalu, siapa penggarap tender pengadaan barang dan jasa pada proyek Hambalang? Menurut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, pemilik tender pengadaan barang bukanlah perusahaan jauh. Dia menyebut, Wijaya Karya lah yang mendapatkannya.

Jadi, selain konsorsium dengan Adhi Karya pada tender kostruksi, Wijaya Karya juga telah mendapatkan tender penyediaan barang dan jasanya. Hal itu terkuak saat wartawan bertanya kepada Nazaruddin mengenai perusahaan penyedia barang dan jasa tersebut, seusai menjalani pemeriksaan KPK, Selasa (5/6/2012) malam.

"Pengadaan (tender) tetap Wika (Wijaya Karya). Cuma, nanti suplier (subkontraktor) yang mengatur Mahfud Suroso (Direktur PT Dutasari Ciptalaras)," ungkap Nazaruddin.

Suami Neneng Sry Wahyu mengaku tak mengetahui lebih lanjut, apakah pada pengerjaan tender barang dan jasa Hambalang, juga disubkontrakkan oleh banyak perusahaan, seperti tender konstruksi bangunan atau tidak.

Saat dikonfirmasi, KPK mengaku tengah menelusuri penerima tender pengadaan senilai Rp 1,4 triliun. Tapi, KPK belum bisa menyampaikan kepada publik, karena kasus Hambalang masih berada pada level penyelidikan.

"KPK masih telusuri itu, tunggu saja nanti jika ekspose (gelar perkara) dan telah ditemui bukti, pasti diumumkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Selasa.


Berita Terkait:
Berita Terbaru:
Berita Sebelumnya:

Komentar