Fade2Black dan Gugun Blues Shelter Tampil di TV Hongkong 31 Oktober 2012, 19.11 Ikwan Furgian Sejarah
Fade2Black dan Gugun Blues Shelter Tampil di TV Hongkong
MilisNews.com - Bondan Prakoso & Fade2black akan tampil di acara Channel [V] yang berjudul SoundCheck. Menurut Bondan, ini adalah kesempatan
Read More 462 Hits 0 Ratings
Gedung DPR/MPR 31 Oktober 2012, 18.09 Ikwan Furgian Sejarah
Gedung DPR/MPR
MilisNews.com - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno
Read More 250 Hits 0 Ratings
Jembatan Semanggi 30 Oktober 2012, 11.31 Ikwan Furgian Sejarah
Jembatan Semanggi
MilisNews.com - Proses pembangunan Jembatan Semanggi tidaklah mudah. Presiden Soekarno banyak diprotes.Jembatan Semanggi. Bangunan fisiknya
Read More 307 Hits 0 Ratings
Ibu Dewi Soekarno 29 Oktober 2012, 10.37 Ikwan Furgian Sejarah
Ibu Dewi Soekarno
MilisNews.com - Sejarah Ibu Dewi Soekarno sendiri sangat amat menarik, lahir di Tokyo, Jepang, 6 Februari 1940 dengan nama Naoko Nemoto, lahir
Read More 326 Hits 0 Ratings
Sejarah Bola Basket 29 Oktober 2012, 00.00 Bagoes VillageHoster Sejarah
Sejarah Bola Basket
MilisNews.com - Dr James Naismith dikenal di seluruh dunia sebagai penemu bola basket. Ia lahir pada 1861 di perkampungan Ramsay, dekat Almonte,
Read More 245 Hits 0 Ratings

Sejarah Kecelakaan Pesawat Paling Menakutkan

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

kecelakaan pesawatMilisNews.com - Tidak ada kecelakaan mobil yang begitu menakutkan atau mematikan seperti kecelakaan pesawat, meski banyak terjadi setiap hari. Berikut ini adalah daftar lima kecelakaan pesawat terbang yang paling banyak menimbulkan korban tewas dalam sejarah. Tidak termasuk bencana yang disebabkan oleh bom.

5. Korean Airlines Penerbangan 007, 1983

Lokasi: Laut Okhatsk dekat Pulau Moneron, Uni Soviet
Meninggal: 269 orang
Selamat: -

Pesawat Korean Airlines Penerbangan 007 sedang dalam perjalanan dari New York ke Seoul dengan transit di Anchorage, Alaska. Akibat kesalahan sistem navigasi, penerbangan dari Anchorage menuju Seoul menyimpang sedikit ke Utara, tidak lama setelah lepas landas.

Setelah menyadari melalui jalur yang salah, kru pesawat mencoba mengembalikan ke jalur yang benar. Saat itu, pesawat berada di atas pangkalan militer Uni Soviet. Korean Airlines 007 memang tak seharusnya melewati pangkalan Soviet, melainkan melewati Samudra Pasifik dan Jepang.

Tragisnya hubungan kedua negara adidaya itu (AS dan Uni Soviet) sedang tidak baik. Radar Uni Soviet mengira bahwa Korean Airlines 007 adalah pesawat mata-mata Amerika Serikat. Soviet lalu mengirim beberapa pesawat Sukhoi Su-15 untuk menembaknya. Setelah ditembak, api menyala di bagian belakang pesawat. Kemudian, pesawat itu tidak seimbang dan menjadi dua bagian. Pesawat lalu jatuh ke laut Okhatsk 12 menit kemudian. Peristiwa ini menewaaskan 240 penumpang dan 29 awak. Kecelakaan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Korea Selatan.

4. American Airlines Penerbangan 191, 1979

Lokasi: Bandara O’Hare, Des Plaines, AS
Meninggal: 273 orang, termasuk 2 jiwa di darat
Selamat: -

American Airlines Penerbangan 191 adalah sebuah pesawat Mcdounnall Douglas DC-10 yang jatuh di kompleks Chicago. llinois, Amerika Serikat saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional O’Hare pada 25 Mei 1979. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 258 orang dan 13 awak ditambah 2 orang di darat, dan hingga kini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Chicago menuju Los Angeles dan telah bersiap untuk lepas landas. Saat lepas landas (tepatnya ketika rotate – menaikan hidung pesawat), mesin kiri pesawat terayun-ayun dan terlepas. Ketika terlepas, mesin tersebut mengenai bagian depan sayap dan merusak sistem hidrolik pesawat secara keseluruhan.

Ketika menyadari apa yang terjadi, pilot melambatkan kecepatan pesawat. Pesawat tersebut menjadi miring ke kiri dan jatuh di lapangan kosong dekat tempat parkir trailer di ujung landasan. Puing-puing mesin kiri pesawat ditemukan berceceran di landasan pacu sesaat setelah pesawat tersebut jatuh.

3. Iran Airlines Penerbangan 655, 1988

Lokasi: Teluk Persia
Meninggal: 290 orang
Selamat: -

Iran Airlines Penerbangan 655 (IR655) adalah pesawat Airbus A300 komersial yang ditembak jatuh oleh rudal kapal perang AS USS Vincennes pada 3 juli 1988, di atas Selat Hormuz, pada akhir masa perang Iran-Irak. Pesawat ini sedang terbang dari Bandara Abbas Iran ke Dubai Uni Emirat Arab ketika dihancurkan oleh rudal AS. Kejadian ini menewaskan seluruh 290 penumpang dan awak kapal, termasuk 66 anak-anak. Ini adlah angka kematian tertinggi dari semua insiden penerbangan di Samudra Hindia dan semua insiden yang melibatkan Airbuss A300 di dunia.

Saat itu Vincennes sedang melewati Selat Hormuz, di dalam wilayah perairan Iran, dan saat serangan, IR655 juga dalam berada dalam wilayah udara Iran. Menurut pemerintah AS, para kru mengidentifikasi IR655 sebagai pesawat tempurF-14 Tomcat. Sedangkan menurut pemerintah Iran, Vincennes sengaja menembak jatuh pesawat sipil.

Pada tahun 1996, Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan dalam penyelesaian yang terkait dengan insiden itu di Mahkamah Internasional. AS setuju untuk membayar US$ 61.800.000 sebagai kompensansi kepada keluarga korban Iran. Namun secara resmi, AS tidak pernah mengaku bersalah atau meminta maaf kepada Iran.

2. Air Afrika Crash, 1996

Lokasi: Kinshasa, Republik Demokratik Congo
Meninggal: kurang lebih 300 orang, termasuk 2 awak pesawat
Luka parah: 253 orang

Ini adalah kecelakaan pesawat udara paling mematikan bagi orang di darat. Tidak banyak informasi tentagn kecelakaan ini, mungkin karena lokasi dan ilegalitas. Pesawat kargo yang disewa dari Rusia ini, dalam kondisi kelebihan beban, mungkin membawa senjata untuk kelompok militer Angola. Saat tingal landas, pesawat tidak mencapai kecepatan yang tepat, namuntetap berusasha untuk terbang. Akhirnya, pesawat menabrak pasar di dekatnya dan meledak dalam bola api, membunuh sekitar 300 orang, termasuk 2 awaknya dan 253 luka parah.

1. Saudi Penerbangan 163, 1980

Lokasi: Riyadh, Arab Saudi
Meninggal: 301 orang
Selamat: -

Enam menit setelah Saudia 163 Airlines lepas landas dari Riyadh, terdengar peringatan tentang asap di dalam kompartemen kargo. Para kru menghabiskan empat menit untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, lalu akhirnya kembali ke bandara.

Kerusakan akibat api memaksa mereka untuk mematikan mesin bagian tengah. Pesawat mendarat dengan selamat, tetapi pesawat terus bergulir di landasan, menjauh dari kendaraan darurat yang sedang menantinya. Akibatnya, penyelamatan pun terlambat. Ditambah lagi, pintu-pintu tidak dapat dibuka oleh petugas penyelamat sampai lima belas menit setelah pendaratan. Akibatnya, semua penumpang dan awak pesawat meninggal karena menghirup asap selama awal evakuasi. Setelah kejadian ini, sumber api masih belum dapat diketahui.


Berita Terbaru:
Berita Sebelumnya:

Komentar